Rabu, 09 April 2014
Dahsyatnya Urin Kelinci
Tahukah anda, bahwa urin kelinci merupakan urin kelinci yang terbaik dibandingkan urin sapi dan kambing ???
Selain rupa elok dan daging yang lezat, ternyata kelinci memiliki kelebihan lain yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yakni sebagai pupuk dan pestisida hayati. Air kencing kelinci merupakan cairan yang mampu memberikan suplai nitrogen yang cukup tinggi bagi tanaman, hal ini disebabkan oleh tingginya kadar nitrogen yang terdapat didalamnya.
Jika dibandingkan dengan hewan pemakan rumput lainnya, air kencing kelinci memiliki kadar Nitorgen yang tinggi karena kebiasaannya yang tidak pernah minum air dan hanya mengkonsumsi hijauan saja.
Susan Lusiana, koordinator Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pertanian Berkelanjutan Serikat Petani Indonesia (SPI) mengungkapkan bahwa hasil penelitian Badan Penelitian Ternak (Balitnak) pada tahun 2005 menjelaskan kalau kotoran dan urine kelinci memiliki kandungan unsur N, P, K yang lebih tinggi (2.72%, 1.1%, dan 0,5%) dibandingkan dengan kotoran dan urine ternak lainnya seperti kuda, kerbau, sapi, domba, babi dan ayam.
“Jadi, jika air kelinci ini dipadukan dengan kotoran kelinci dan dijadikan pupuk maka pupuk ini akan memiliki kandungan kandungan 2,20% Nitrogen, 87% Fosfor , 2,30% Potassium, 36 Sulfur%, 1,26% Kalsium, 40% Magnesium,” jelas Susan.
Takaran yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Untuk 10 liter air diperlukan 0.5 liter air kencing kelinci. Selanjutnya proses penyemprotan dilakukan mulai dari satu tanaman ke tanaman lain dengan merata. Sebaiknya, setelah disemprot tidak terkena hujan agar pupuk langsung diserap tanaman. Unit Penelitian dan pengembangan Prestasi Indonesia selama tiga tahun , telah menunjukkan yang signifikan dalam pemanfaatan urine kelinci
Tahukah, bahwa urine (air kencing) kelinci mempunyai kedahsyatan dalam tanaman. Pengalaman Prestasi Indonesia dalam mengembangkan kegunaan urine kelinci untuk tanaman adalah :
Tanaman padi diberikan urin kelinci yang diberi bakteri (menbuat bakteri sendiri) dapat meningkatkan hasil produktif padi yang tinggi dan tanaman tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
Produk dari hasil tanaman padi ini dapat meningkat lebih dari 20 % dari biasanya, bahkan dalam penanaman sama sekali tidak menggunakan pupuk kimia maupun pengobatan dengan kimia, murni mengandalkan air kencing kelinci.
Kualitas beras lebih bersih, lebih putih, lebih empuk dan bila dikonsumsi cenderung rasa kita lebih awet kenyang, serta terasa fit dalam badan.
Sumber:
http://prestasikelinci.wordpress.com
http://www.spi.or.id
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar