Rabu, 09 April 2014

Pupuk Organik Cair BIO-RINCI

BIO-RINCI adalah pupuk organik cair yang terbuat dari fermentasi urin kelinci dengan menggunakan probiotik (bakteri positif), yang dapat meningkatkan kesuburan tanaman dan memperbaiki unsur hara dalam tanah.

Manfaat urin kelinci :

  • Mempercepat pertumbuhan tanaman sayur dan buah. 
  • Meningkatkan berat umbi, buah, dan daun.
  • Memperkuat dan memperbaiki pertumbuhan tanaman.
  • Membantu mengusir hama dan parasit. 
  • Menekan tumbuhnya jamur dan gulma.
  • Meningkatkan unsur  hara pada tanah .
  • Meningkatkan jumlah dan kualitas produksi.
  • Mengurangi kerontokan pada daun dan bunga.
  • Merangsang pertumbuhan akar, batang, daun dan bunga.
  • Menyehatkan tanaman dan tanah.

Petunjuk Pemakaian :
  • Kocok terlebih dahulu
  • DOSIS: 
  • 1 L  Air   +   50 ml  BIO-RINCI  (5 tutup botol )
  • 10 L  Air   +   500 ml  BIO-RINCI   (1 botol kecil)
  • Semprotkan merata ke seluruh bagian tanaman ( daun, bunga dan batang ) atau siramkan ke tanah/media tanam.
  • Gunakan rutin 1 minggu sekali untuk hasil maksimal.
  • Lakukan penyemprotan pada saat pagi (06.00-09.00) atau sore hari (15.00-18.00) agar penyerapan pupuk optimal.


Harga konsumen Rp 15.000 / botol.
(Harga MURAH karena bahan baku urin kelinci kami produksi sendiri)

Produsen : Rumah Kelinci Tawangmangu
Sms/Call : Saiful (081804568020)

Dahsyatnya Urin Kelinci


Tahukah anda, bahwa urin kelinci merupakan urin kelinci yang terbaik dibandingkan urin sapi dan kambing ???
Selain rupa elok dan daging yang lezat, ternyata kelinci memiliki kelebihan lain yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yakni sebagai pupuk dan pestisida hayati. Air kencing kelinci merupakan cairan yang mampu memberikan suplai nitrogen yang cukup tinggi bagi tanaman, hal ini disebabkan oleh tingginya kadar nitrogen yang terdapat didalamnya.
Jika dibandingkan dengan hewan pemakan rumput lainnya, air kencing kelinci memiliki kadar Nitorgen yang tinggi karena kebiasaannya yang tidak pernah minum air dan hanya mengkonsumsi hijauan saja.
Susan Lusiana, koordinator Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pertanian Berkelanjutan Serikat Petani Indonesia (SPI) mengungkapkan bahwa hasil penelitian Badan Penelitian Ternak (Balitnak) pada tahun 2005 menjelaskan kalau kotoran dan urine kelinci memiliki kandungan unsur N, P, K yang lebih tinggi (2.72%, 1.1%, dan 0,5%) dibandingkan dengan kotoran dan urine ternak lainnya seperti kuda, kerbau, sapi, domba, babi dan ayam.
“Jadi, jika air kelinci ini dipadukan dengan kotoran kelinci dan dijadikan pupuk maka pupuk ini akan memiliki kandungan kandungan 2,20% Nitrogen, 87% Fosfor , 2,30% Potassium, 36 Sulfur%, 1,26% Kalsium, 40% Magnesium,” jelas Susan.
Takaran yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Untuk 10 liter air diperlukan 0.5 liter air kencing kelinci. Selanjutnya proses penyemprotan dilakukan mulai dari satu tanaman ke tanaman lain dengan merata. Sebaiknya, setelah disemprot tidak terkena hujan agar pupuk langsung diserap tanaman. Unit Penelitian dan pengembangan Prestasi Indonesia  selama tiga tahun , telah menunjukkan yang signifikan dalam pemanfaatan urine  kelinci

Tahukah, bahwa urine (air kencing) kelinci mempunyai kedahsyatan dalam tanaman. Pengalaman Prestasi Indonesia dalam mengembangkan kegunaan urine kelinci untuk tanaman adalah :

Tanaman padi diberikan urin kelinci yang diberi bakteri (menbuat bakteri sendiri) dapat meningkatkan hasil produktif  padi yang tinggi dan  tanaman tahan terhadap   serangan  hama dan penyakit.
Produk  dari hasil  tanaman padi ini dapat meningkat lebih dari 20 % dari biasanya, bahkan dalam penanaman sama sekali tidak menggunakan pupuk kimia maupun pengobatan dengan kimia, murni mengandalkan air kencing kelinci.
Kualitas beras lebih bersih, lebih putih, lebih empuk dan bila dikonsumsi cenderung rasa kita lebih awet  kenyang, serta  terasa  fit dalam badan.

Sumber:
http://prestasikelinci.wordpress.com
http://www.spi.or.id

Kamis, 03 April 2014

Rumah Kelinci Tawangmangu


Rumah Kelinci Tawangmangu (Rumah KiTa) adalah area peternakan kelinci pedaging di kawasan wisata Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Peternakan ini dirintis pada awal tahun 2014 oleh dr.Muhammad Syaifullah yang merupakan alumni pelatihan kelinci Prestasi Indonesia. Tujuan peternakan kelinci pedaging ini adalah untuk memajukan perkelincian terutama di Jawa Tengah dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat dan menyediakan suplai daging yang lebih sehat untuk masyarakat Indonesia. Untuk saat ini jenis kelinci yang dibudidayakan di Rumah KiTa adalah jenis Flam dan New Zealand White (keduanya adalah jenis pedaging).

Contact Person: Muhammad Syaifullah (081804568020)